Fungsi Standar Tinggi Perempuan

Akhir-akhir ini aku sering melihat postingan di Tiktok dan Instagram tentang standar perempuan. Beberapa kali terlintas dengan pesan, "Jangan turunkan standar kamu!" Standar ini sepaham ku disandarkan pada pemilihan laki-laki sebagai pasangan hidup, terlebih dari segi visual.

Fyi, saat menulis ini, aku belum menikah. Tapi, aku merasa harus menulis ulasan tentang ini agar perempuan usai 20an, 30an, 40an, bahkan lebih, yang belum menikah, terus berada pada standar baik yang diinginkan dan diimpikan. Dan, standar tinggi pada judul yang ku maksudkan adalah standar baik. 

Berbicara tentang standar, sepertinya jika bertanya setiap orang, pasti akan menemukan jawaban yang berbeda. Ya, karena standar pasangan hidup bagi masing-masing orang juga berbeda. Entah itu dari segi pola pikir, ekonomi, visual, kebiasaan hidup, dan beragam lainnya.

Kenapa standar ini harus ada? Apakah demi menjaga kehidupan kita kedepannya? Atau, justru menjadi petaka bagi kita sehingga pernikahan tak kunjung terlaksana karena jodoh juga terhalang hadir? Hmm... Kira-kira kenapa ya??? Lanjut baca ulasanku di bawah ini, yuk, biar paham. 

1. Mengecilkan Diri Sendiri

Maksudnya bukan mengecilkan size badan kamu seperti bayi ya... Akan tetapi, mengecilkan disini maksudnya segala standar kehidupan yang kita inginkan. Jika, setelah menikah ingin tinggal di rumah yang bertingkat, punya bisnis dimana-mana, anak belajar di sekolah yang bergengsi, dan kamu tetap ingin melanjutkan studi. 

Nah, menurutku, impian ini tidak rendah. Maka dari itu, kamu harus mencari pasangan yang mempunyai visi hidup yang sama. Dengan tujuan yang sama seperti yang kamu inginkan. 

Mungkin beberapa berpikir menikah hanya demi mendapatkan pasangan, takut usia yang semakin bertambah, atau merasa tertinggal dengan teman lain yang sudah memiliki anak. Dan, kamu rela memilih lelaki yang males kerja dan tidak suka belajar. Hmm, jika menikah dengan alasan demikian, yes, selamat! Kamu berhasil menyelam ke lingkaran setan!

Ko gitu si? Lah! Standar-standar yang kamu inginkan sudah sangat baik. Namun, kamu rela mematahkan semuanya hanya demi seorang laki-laki yang, haduh, untuk survive dalam hidup dirinya sendiri saja tidak mau. Bagaimana denganmu nantinya?

Kalau menikah dan punya anak, bagaimana dengan impian menyekolahkan anak di sekolah bergengsi? Boro-boro kesana, sepertinya kamu akan makan nasi dan garam sampai maut.

2. Hidup Sesuai Impian

Akan sangat indah sekali jika hidup bisa sesuai impian kita. "Kita bisa merencanakan, tapi Tuhan yang berhak berkehendak." Eh, aku pun tahu lah. Karena kita hanya bisa berencana. Maka, rencanakan yang baik-baik.

Terbayang bisa memiliki rumah yang megah, aset dimana-mana, sekolah juga, ah, cap cip cup tinggal pilih mau dimana. Kehidupan layaknya putri raja. Ini kan yang kamu inginkan? Aku juga T_T.

Jika kamu menurunkan standar, kamu bisa merasakan ini? Hmm... bisa kali yaaa, di dalam mimpi....

3. Peran Seimbang

Masih banyak sekali menemukan kasus, istri memaksa diri menerima kelakuan suami yang egois karena terlanjur menikah. Demi menjaga keutuhan rumah tangga. Sedih :(.

Maka dari itu, dengan memasang standar, berarti kita paham siapa diri kita dan apa yang dibutuhkan kedepannya. Jika berumah tangga, mau yang seperti apa. 

Suami dan istri adalah pasangan. Aku masih sering mendengar bahwa seakan suami punya kuasa dalam rumah tangga. Bagaimana dengan istri? 

Aku mau meluruskan. Dalam berkeluarga, semua mempunyai peran. Masing-masing sebaiknya melakukan perannya dengan penuh tanggung jawab. 

Dikarenakan suami istri sebuah pasangan, maka harus seimbang dalam membangun rumah tangga. Maka dari itu, harus dibicarakan segala hal terkait visi, misi, dan karakter masing-masing sebelum memutuskan untuk menikah. 

Kenapa? Agar ketidakseimbangan tidak terjadi nantinya. Agar tahu, mana yang bisa diterima dan mana yang tidak. Jadi, jika ada hal yang, menurut kita tidak bisa ditoleransi, stop melanjutkan dengan dia. 

Itulah hal yang menurutku kenapa kita harus memasang standar, apalagi dalam memilih pasangan. Kehidupan akan terus berlanjut. Mau hidupmu runtuh hanya karena salah pilih lelaki? Tidak yaaa.... 

Komentar